FEATURE NEWS

                                             Anab Afifi

     Gagal Jadi Jurnalis, Sukses Menulis Buku Jurnalisme

cover
Ayat-Ayat yang Disembelih, itu judul buku berbasis jurnalistik pertamanya. Anab Afifi bersama dengan rekannya, Thowaf Zuharon, dan segenap bantuan kerja tim redaksi, berhasil menuntaskan sebuah buku bergenre jurnalisme sejarah dengan gaya penulisan sastrawi. Tahun ini, buku tersebut sudah mencapai cetakan ketiga.“Ini buku pertama saya. Buku yang sudahsaya rencanakan dan harus laku,”ujar founder BostonpriceAsia ini di kantornya, Rabu lalu.
Buku ini menceritakan tentang pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) ketika masih bercokol di Indonesia. Banjir Darah para Kyai, Santri, dan Penjaga NKRI oleh aksi-aksi PKI, itulah deskripsi judul yang tertera di sampul bukunya. Minatnya di bidang sejarah dan sering nyaia mendengar cerita-cerita kekejaman PKI oleh kakek-neneknya, membuatnya terdorong untuk menuangkannya dalam bentuk buku. Judul Ayat-ayat yang Disembelih sendiri bukan merupakan arti yang sebenarnya, melainkan memiliki makna dan filosofinya sendiri.“Ayat itu dalam bahasa Arab artinya ‘tanda’. Jadi, ulama, kyai, polisi, yang menjadi ‘tanda’ NKRI itu disembelih oleh PKI ini. Yang benci buku ini cuma ada dua kemungkinan. Dia bagian dari aliran ini, yang menipu, membuat-buat fakta sejarah. Yang kedua, yang tertipu,” ujarnya menjelaskan.
Selain itu, kata Anab, buku ini juga telah menjadi referensi sejarah bagi yang ingin mengetahui seluk-beluk PKI saat masih memiliki pengaruh di Indonesia. Buku ini mengambil sudut pandang masyarakat yang menjadi saksi dan korban kekejaman dan kebengisan PKI. Buku jurnalisme sejarah ini, tercipta melalui telusuran wawancara lebih dari 30 narasumber yang terdiri dari korban, kerabat korban, dan sahabat para korban yang tersebar dari Jakarta hingga Surabaya, serta ditambah dengan kajian pustaka yang beragam.
Dibalik kompleksitasnya, proses pembuatan dan penyusunan buku AAYD relatif singkat.“Buku ini mulai direncanakan (rapat redaksi) sampai lansir hanya butuh dua bulan. Saya rencanakan akhir Agustus, riset bulan September dan lansir tanggal 10 November 2015,” ujarnya.Dengan adanya dua penulis, pembagian tugas kerja antar penulis juga menjadi faktor penting yang membuat buku ini dapat terselesaikan dengan cepat. “Saya yang keliling mencari fakta (wawancara). Teman saya (Thowaf Zuharon) yang menulis,” katanya. Menurut Anab, proses penulisan dapat dipercepat apabila sudah memiliki konsep dan gambaran besar apa yang akan ditulis. Ia juga menambahkan, seorang penulis harus memiliki mental penulis sejati, sehingga dapat konsisten dan memiliki komitmen ketika menulis.
Pria kelahiran Madiun, 5 Agustus 1968 ini sudah memiliki darah penulis sejak lahir. Ayahnya merupakan seorang jurnalis media cetak nasional. Dari situlah, Anab kecil kemudian bercita-cita menjadi jurnalis. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), gairahnya pada dunia tulis-menulis mulai tumbuh. Setelah melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA), ia mulai aktif menulis untuk majalah dinding (mading) sekolahnya. Selain itu, ia juga terbiasa menulis buku harian yang berisikan pemikiran-pemikirannya. “Dulu (SMA) menulis di buku harian, tidak menulis yang kegiatan sehari-hari saya yang sepele gitu, tapi sudah menulis pemikiran saya tentang pemerintahan,” ujar lulusan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta ini.
“Menjadi wartawan di media besar sekelas Jawa Pos, adalah impian saya di masa SMA,” ungkapnya melalui tulisannya di media sosial. Kala itu, menurut Anab, Jawa Pos merupakan satu-satunya media cetak di Indonesia yang mensyaratkan setiap jurnalisnya lulus sarjana dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN).Karena itu,setelah lulus SMA, Anab menargetkan dirinya lolos dijurusan Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), mencontoh jurnalis andalan Jawa Posyang ia idolakan pada masa itu, Djoko Susilo.Tetapi, cita-citanya menjadi seorang jurnalis harus pupus karenagagalditerima di PTN. “Saya harus mengubur dalam-dalam impian itu, karena orang tua tidak mungkin membiayai kuliah di swasta. Saat itu, kegiatan saya cuma bantu ternak ayam orangtua,” kenangnya.
Lambat laun kesempatan kuliah datang. Anab kemudian berkuliah di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta jurusan Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer (FIK). Namun menurut Anab, kegiatan perkuliahannya hanyalah formalitas belaka, ia lebih tertarik dengan kegiatan ekstra kampus. Kala itu, di kampus ia sudah aktif dalam Lembaga Pers Mahasiswa Aspirasi sebagai jurnalis. Ketika semester tiga, ia telah bekerja di sebuah majalah Islam nasional sebagai jurnalis lepas. Lalu, ia juga pernah bekerja sebagai penerjemah dan perangkum koran-koran berbahasa Inggris. Alhasil, penghasilan perbulannya saat itu sudah lebih dari cukup untuk membayar biayakuliahnya per semester.
Sekarang, pria yang mengidolakan Dahlan Iskan ini telah menjabat sebagai founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) sebuah perusahaankonsultan yang bergerak di bidangkehumasandankomunikasibernamaPena Media Utama, yang kemudian berganti nama menjadi Bostonprice Asia yang diresmikan pada tahun 2008. Profesi di bidang konsultan humas dan komunikasi sudah ia tekuni sejak tahun 90-an. Saat itu ia masih bekerja di salah satu perusahaan konsultan.Hingga akhirnya pada tahun 1996, atas dasar minat dan pengalaman, ia memutuskan untuk mengundurkan diri dan mendirikan perusahaan konsultannya sendiri.
Menjadi orang penting dan berpengaruh, tidak lantas membuatnya berhenti menulis. Malahan, profesinya saat ini menjadikan dunia tulis-menulis semakin dekat dengan kesehariannya. Melalui Bostonprice Asia, ia menulis buku-buku korporasi seperti laporan tahunan(annual report), profil perusahaan (company profile),dan rilisan pers (press release). Banyak perusahaan-perusahaan besar yang pernah memakai jasa Bostonprice Asia, seperti; PT Telkom, PT KAI Commuter, PT Pertamina (persero), dan banyak lagi. Bostonprice Asia juga dikenal sering mengadakan pelatihan, seminar, dan kegiatan-kegiatan seputar kehumasan dan komunikasi. Selain itu, Anab Afifi sendiri juga merupakan kolomnis media-media ternama dan aktif menulis di media sosial. “Setiap hari saya menulis,” jelasnya.
Saat ini, selain kesibukannya di Bostonprice Asia dan menulis kolom, Anab Afifi sedang mempersiapkan sekuel dari buku Ayat-Ayat yang Disembelih, berjudul “Tujuh Setan Desa”. Selain itu ia juga mulai mempersiapkan buku autobiografinya. Menurut Anab, menulis sudah menjadi bagian dari hidupnya, merupakan rutinitas yang ia lakukan setiap hari. Akan tetapi, menurutnya, menulis bukanlah suatu tujuan, melainkan sebuah sarana yang digunakan untuk mecapai target yang lebih besar. Ia berpesan kepada siapapun yang hendak menjadi penulis untuk tidak menyerah dalam usahanya. “Bukan penulis berbakat yang akan berhasil, melainkan penulis yang terlatih,” tutupnya siang itu.

rizki-upn-20161205_101330

Rabu (30/11), bertandang ke kediaman Anab Afifi di Perumahan Nusa Loka, Bumi Serpong Damai, Tangerang. Dari kanan ke kiri, Muhammad Berlian, Anab Afifi, Brian Achmad, Rizki Pratama Putra.

Penulis: Rizki Pratama Putra

Editor  : Muhammad Berlian

Posted in Feature | Leave a comment

FAN FICTION

Naruto Fan Fiction: After Story

(PART I)

Berikut ini adalah salah satu kesenangan dan hobiku. Bagi yang ingin membacanya, kuharap kau satu pemikiran denganku. Karena jika tidak, mungkin dirimu tidak akan mengerti ceritaku yang satu ini. Kisah ini diadaptasi dari khayalan masa kecilku akan Naruto, animasi Jepang yang kusenangi sedari belia. Kuharap kau menikmatinya. Selamat membaca.

Hater of Peace

hokage-terkuat-dalam-sejarah-konoha

         ANGIN berhembus lembut. Gemerisik dedaunan bersahut-sahutan. Burung-burung menari-nari menanti matahari masuk ke peraduannya. Sore yang damai. Kehidupan berjalan seperti biasanya. Begitu pula yang terjadi di desa Konoha. Banyak orang-orang berlalu lalang melakukan aktivitas sore. Ada yang sedang mengunjungi toko makanan, berolahraga sore, latihan jutsu, dan ada pula yang hanya sekedar duduk-duduk di taman.

Sepuluh tahun berlalu, negeri Konoha dan desa-desa lainnya diliputi kedamaian setelah Tim Tujuh Konoha mengalahkan dan menyegel Kaguya melalui kekuatan yang diberikan Senin Rikudo kepada Naruto dan Sasuke, reinkarnasi Indra dan Ashura. Naruto saat ini sudah menjabat sebagai Nanadaime atau Hokage ke-7. Sedangkan Sasuke membantu Naruto dan Konoha dari balik  layar. Mereka akhirnya dapat saling mengerti dan memahami satu sama lain setelah pertarungan terakhir di lembah suci. Kegigihan Naruto untuk mengembalikan Sasuke ke jalan ninja yang benar akhirnya membuahkan hasil. Sahabat sejati, itulah mereka sekarang.

Naruto dan Sasuke di daulat sebagai shinobi terkuat di dunia shinobi. Setelah pencapaiannya menyegel Kaguya, nenek moyang chakra. Melalui kekuatan yang diperoleh Senin Rikudo, yakni kekuatan reinkarnasi anaknya, Indra dan Ashura, mereka telah menyelamatkan dunia shinobi beserta mimpi buruk kehancuran dan kebinasaannya.

gambar-naruto-dan-sasuke-dewasa

Siapa sangka Kaguya akan hidup kembali setelah tersegel sedemikian lama oleh Senin Rikudo, anaknya sendiri. Benar-benar usaha yang sangat gigih sekaligus konyol dari seorang Madara Uchiha untuk melaksanakan rencananya, proyeksi Tsukuyomi di bulan. Dan benar-benar terwujud, walaupun akhirnya hanya sesaat. Tetapi sayang, usahanya yang gigih berada di jalan yang salah. Keyakinan yang salah pada akhirnya hanya melahirkan tindakan yang salah. Walaupun niatnya terhadap dunia shinobi itu baik, “akan membuat dunia shinobi tidak menderita lagi melalui mimpi indah”, tetapi tetap saja hal itu sangat egois dan kekanakan. Begitulah Madara, pada akhirnya ia menerima akibat pepatah “apapun yang kau tanam, itulah yang akan kau tabur”.

naruto_677__start_infinite_tsukuemi_by_x7rust-d7jfhe1.png

Tentang Kaguya, akan kujelaskan disini. Intinya, dia adalah seorang putri yang memakan buah dari pohon suci, yang hanya berbuah 1000 tahun sekali. Buahnya tidak boleh disentuh apalagi dimakan. Aku tidak tahu alasannya kawan, mungkin saja putri itu sedang lapar ketika selesai bermain dengan teman-temannya, dan ketika ia berjalan pulang ke rumahnya tak sengaja melihat buah dari pohon suci itu. Karena saking laparnya dan perutnya sudah melilit, ia memanjat pohon itu dan mengambil buahnya lalu dengan lahap memakannya. Nah, dari situlah ia mendapatkan kekuatan yang dinamakan chakra. Intinya, chakra adalah energi yang digunakan shinobi untuk mengaktifkan jutsu. Kehabisan chakra sama dengan kematian.

BEGITU banyak sudah pengorbanan yang dilakukan dunia shinobi demi satu kata ajaib, kedamaian. Begitu banyak keyakinan tentangnya, sehingga berbagai cara dan jalan ditempuh untuk meraih sebuah kata itu. Tetapi kebanyakan semua cara dan jalan yang digunakan adalah salah dan hanya melahirkan kebencian. Sebuah kebencian yang terus berkembang dan mengakar di hati para shinobi. Karena inilah akhirnya dunia shinobi tidak pernah menemukan kata kedamaian yang selama ini mereka cari.

Tetapi semua itu adalah masa lalu. Seluruh shinobi telah dapat saling memahami dan mengerti sejak terbentuknya aliansi shinobi dan mereka bertarung bersama untuk melawan kekejaman dan obsesi Madara Uchiha. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka bahu membahu demi tercapainya satu tujuan, yaitu kedamaian sejati. Dunia shinobi akhirnya menyadari bahwa bekerja sama adalah cara terbaik untuk mencapai suatu tujuan. Dan memang dunia shinobi harus bersatu demi tercapainya tujuan mulia itu.

——-

TIBA-TIBA langit berubah kehitaman. Segumpal awan gelap berkumpul membentuk suatu gumpalan yang besar. Sepertinya hujan akan turun. Tetapi, kali ini ada yang aneh. Awan gelap perlahan-lahan hanya menggumpal di salah satu titik dan tidak menyebar. Seolah-olah awan itu seperti memilih suatu tempat. Petir menyambar-nyambar, angin tidak lagi sepoi, burung-burung pun telah bersembunyi ke sarangnya masing-masing. Penduduk desa tidak ada yang menyadari kejanggalan ini, kecuali satu orang, dialah Sasuke.

Dari tempat persembunyiannya, Sasuke mengamati langit dengan tenang. Ia mengamati pergerakan awan hitam yang hanya menuju ke satu titik. Merasa ada yang aneh, segera ia ambil langkah untuk memastikannya. Pengalaman, kecerdasan, dan didukung kekuatan yang ia miliki, membuat langkahnya begitu mantap dan tenang. Ia sudah mempersiapkan mata kirinya, Rinnegan, untuk berjaga-jaga jikalau ada sesuatu yang tidak beres.

Shunsin no Jutsu diaktifkan. Langkahnya semakin dipercepat menuju titik yang dituju awan hitam itu. Dengan sharingan, ia dapat mendeteksi aura sekelilingnya. Namun, tidak ada yang mencurigakan sejauh ini, semuanya aman. Saat ini fokusnya adalah tiba di tempat tujuan. Ia harus memastikan kejanggalan ini.

Sasuke akhirnya tiba di tujuan. Ia segera menuju ke tempat yang tidak dapat dilihat dan dari sana ia mengamati apa yang sedang terjadi. Awan hitam itu tampaknya sudah berhenti menggumpal dan sudah menjadi satu. Petir yang dikandungnya semakin berkilat-kilat. Suara gemuruh dan guntur pun saling bersahutan. Sasuke mengarahkan Rinnegannya ke arah gumpalan awan hitam tersebut. Ia kaget bukan main! Ada chakra yang amat besar tersembunyi dibalik awan hitam itu. Gumpalan awan itu sangat tebal, sehingga ninja tipe sensorik terhebat pun tidak dapat mendeteksi apa yang tersembunyi didalamnya. Tetapi Rinnegan Sasuke berbeda, ia dapat melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata dojutsu lainnya. Singkatnya, ia melihat dimensi yang berbeda.

“Glaarr..!!”

Petir yang amat besar menyambar tanah kosong tepat di bawah gumpalan awan hitam itu. Kekuatannya setara dengan kirin Sasuke. Tetapi, petir ini terbentuk tanpa proses yang rumit terlebih dulu. Berbeda dengan Sasuke yang harus menyiapkan amaterasu dan jurus api lainnya untuk memanaskan atmosfir dan udara di sekitarnya untuk membuat awan hujannya sendiri. Dan hal itu memakan waktu yang cukup lama.

Suara petir itu terdengar sampai radius lima kilometer ke segala penjuru. Dan itu berarti terdengar sampai ke jantung desa Konoha, kantor hokage. Semua ninja di Konoha kaget dan merasakan kekuatan besar sekaligus aneh mendengar suara dentuman petir tersebut. Naruto pun merasakan hal yang sama, dan ia langsung meninggalkan kantornya menuju lokasi kejadian ditemani penasihatnya, Shikamaru Nara.

Samar-samar tapi pasti, Sasuke melihat sesosok manusia di pusat dentuman petir tersebut. Berjalan perlahan menuju desa Konoha. Sosok lelaki itu tidak terlalu tinggi dan juga tidak pendek, mengenakan jubah hitam terbuka dan celana panjang abu-abu, serta mengenakan sepatu hitam-merah. Sasuke tidak bisa melihat cakranya, seperti ada sesuatu yang menutupinya. Lelaki itu terus berjalan menuju desa Konoha dengan tenang dan perlahan. Tetapi setelah beberapa langkah, ia berhenti dan tangannya tampak merapalkan sebuah jurus.

Ia membentuk sebuah segel pembuka jurus dengan kedua tangannya diiringi kecepatan yang sangat tinggi. Tetapi secepat apapun segelnya, sharingan tetap dapat melihatnya. Namun Sasuke masih belum mau bergerak dan sangat berhati-hati. Ia menunggu saat yang tepat untuk bertindak.

Tidak ada yang terjadi setelah segel terbentuk, kecuali udara sekitar menjadi sangat tenang. Tenang yang aneh. Angin-angin telah berhenti bertiup. Begitu juga yang terjadi di desa Konoha. Pepohonan seketika menjadi diam. Tidak ada lagi riuh dedaunan dan pepohonan. Seketika suhu udara semakin meningkat. Semakin lama bernafas, dada semakin sesak. Para penduduk desa pun heran dengan apa yang terjadi. Lambat laun keheranan berubah menjadi kepanikan dan dengan cepat menyebar di seluruh penjuru desa. Para orangtua lanjut usia yang tidak sanggup satu persatu tumbang. Begitu juga dengan anak-anak, mereka roboh satu demi satu. Tinggal menunggu waktu saja sampai orang-orang dewasa roboh. Bagaimana dengan nasib para shinobi? Kabar baik, mereka tetap bisa bernafas dengan menggunakan cakra yang mereka miliki. Tetapi hal itu pun punya batas waktu. Bagi yang tidak terbiasa, kemungkinan terburuk juga dapat tumbang dalam waktu dekat. Keadaan ini sangat tidak menguntungkan sekaligus sangat berbahaya.

Nanadaime dan penasihatnya baru saja setengah perjalanan merasakan hal yang aneh. Hidungnya tidak dapat merasakan udara apapun, dadanya pun seketika sesak karena tidak mendapat asupan udara yang cukup.

“A.. Aku tidak bisa bernafas. Dadaku sesak. Ada apa ini?”

“Ya.. Aku juga merasakan hal yang sama. Naruto!! Lihat kebawah!”

Naruto melihat para penduduk desa yang terus roboh satu persatu. Sepertinya bukan hanya dia dan Shikamaru yang tidak bisa bernafas. Tetapi seluruh penduduk desa!

“Sial! Ada apa ini??”

nanadaime_biju_mode_by_hatashi24-d8up5ti.png

Seketika Naruto berubah menjadi mode kyubi dan membagi dua dirinya untuk diam dan mengambil energi alam kemudian bernafas dengannya. Dengan mode kyubi, ia dapat menyerap energi alam seribu kali lebih cepat dari mode biasa. Secepat kilat ia menyebarkan cakranya ke penduduk desa yang sudah tumbang dan yang masih bertahan. Cakra kyubi langsung melindungi seluruh penduduk desa. Perlahan-lahan mereka semua dapat kembali bernafas dengan bantuan cakranya. Tidak sampai disitu, beberapa detik kemudian, para shinobi konoha pun sudah terlindungi oleh cakranya. Naruto kembali berhasil menyelamatkan desanya.

“Apa yang sebenarnya sedang terjadi?? Sepanjang hidupku, baru pertama kali diriku mengalami jutsu seaneh ini. Siapa yang telah berani melakukannya? Apa Tujuannya?”

“Ini pasti berkaitan dengan sambaran petir itu. Naruto! Kita harus segera menuju lokasi petir itu.”

“Ya. Kau benar. Ayo!”

———

SASUKE tidak dapat menghirup udara apapun. Sepertinya, semakin dekat dengan pengguna jurus, maka makin hebat efek jurus yang diberikan. Ia langsung mengaktifkan mode pernafasan cakra. Jurus yang aneh, dan tidak pernah ia lihat sebelumnya. Sudah saatnya ia bergerak. Mata kirinya sudah siap. Ia siap bertarung.

naruto-gaiden-6-sasuke-sharingan-rinnegan-by-zero-shunun.png

Secepat kilat Sasuke sudah berada di belakang lelaki berjubah hitam itu dan siap menerkamnya dengan cidori. Dengan niat membunuh, ia arahkan langsung tebasan ke leher lawan dengan cidori miliknya. Tetapi kenyataan berkata lain, lelaki itu mampu berkelit bahkan tanpa harus melirikkan matanya ke belakang, digabungkan dengan gerakan tendangan balasan langsung ke arah perut. Sasuke telah membaca gerakan tendangannya melalui sharingan. Seluruh tubuhnya sekarang telah terlindungi oleh Susano’o tahap pertama ditambah lagi dengan api hitam yang meliputinya. Biarpun begitu, lelaki itu tetap melanjutkan tendangannya tanpa ragu sedikitpun, walaupun akan terkena api hitam.

“Kraakk!!”

Sasuke berhasil dipukul mundur sejauh sepuluh meter. Tendangan lelaki itu berhasil meretakkan sebagian pelindung Sasuke, Susano’o. Dan tampaknya api hitam tidak berdampak sama sekali padanya. Kaki kanannya tidak terbakar! Lelaki itu memiliki semacam pelindung yang melindungi kakinya, sesuatu berbentuk seperti cakra yang hanya bisa dilihat oleh rinnegan. Sasuke pun menyimpulkan lawan dihadapannya ini benar-benar kuat dan tidak sembarangan. Betapa tidak, ia menghindari cidori ditambah teleportasi mata Rinnegannya tanpa melirik mata sedikitpun dan juga sekaligus memberikan serangan balik yang mematikan. Bukan hanya itu, dia pun menyerang susano’o dan api hitam tanpa ragu sedikitpun dan tidak terkena dampak api hitamnya samasekali. Ini benar-benar masalah serius. Tetapi Sasuke tetap tenang, dan terus menganalisa situasi untuk langkah berikutnya.

830px-sasuke_ribcage_2

“(plok, plok, plok) ternyata kau memiliki perisai yang unik ya. Dan juga gerakanmmu sangat cepat. Aku terkejut.” Lelaki berjubah hitam tiba-tiba membuka percakapan.

“Siapa kau? Apa tujuanmu?” Sasuke membalas perkataanya dengan cepat. Tidak mau berbasa-basi.

“Hahaha! Terburu-buru sekali kau ini. Santailah, kita nikmati dulu pertarungan kita.”

“Berhentilah omong-kosong. Mengapa kau menyerang penduduk desa?”

Sasuke tidak terpancing dengan perkataannya dan terus menghujaninya dengan pertanyaan tajam.

“Maksudmu jurus ruang hampaku tadi?”

Hening. Sasuke tidak menjawab.

“Hahahaha. Tenang saja kawan. Mereka tidak akan mati. Karena aku tahu pasti akan ada yang melindungi mereka.”

Sasuke menatap lelaki berjubah hitam itu dengan tajam. Darimana asal rasa percaya dirinya itu? Atau apakah ia memang tahu tentang Naruto? Padahal sebelumnya ia menyebut Susano’o-nya dengan kata perisai yang unik. Sasuke juga belum pernah merasakan cakra seperti miliknya dan melihat jurus yang ia sebut ruang hampa tadi. Sebenarnya darimana ia berasal dan apa tujuannya.

Chapter 673, page 16-crop.png

“Hei Hei, jangan menatapku seperti itu. Baiklah-baiklah, kau ingin tahu identitasku kan? Akan kuberitahu sekarang juga. Lagipula tidak ada gunanya juga kusembunyikan. Dengarkan, namaku “S”. Tujuanku adalah untuk menghancurkan prasasti perdamaian yang telah kalian buat, para aliansi shinobi. Alasannya? Kau tidak perlu tahu sejauh itu. Hahaha.”

Sasuke memikirkan kata-katanya dalam-dalam. Menghancurkan kedamaian? Dilihat dari sisi manapun ini benar-benar omong kosong! Menantang kedamaian berarti juga menantang seluruh aliansi shinobi di seluruh negara. Orang sinting mana yang mau menantang aliansi seluruh negara? Setahunya baru ada satu orang yang seperti itu, yaitu Madara Uchiha. Tetapi akhirnya ia pun tumbang termakan tuan oleh kekuatannya sendiri. Mungkinkah lelaki ini Madara kedua? Reinkarnasinya?

Banyak hal ganjil yang menyelimuti lelaki berjubah hitam itu. Pertama, ia muncul disertai dengan petir yang kekuatannya setara dengan kirin. Kedua, ia melancarkan jurus yang asing dan aneh. Ketiga, cakra dan aura yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Terakhir, ia dapat dengan mudah menghindari jurus teleportasi kilat jarak dekat rinnegan Sasuke tanpa melihat bahkan melirik pun tidak. Dan sekarang ia berkelakar akan menghancurkan kedamaian? Ini benar-benar tidak masuk akal.

Sasuke tidak mau membuang waktu. Ia harus mendapatkan data kemampuan lawan yang dihadapannya secepat mungkin. Sehingga saat bantuan datang, resiko kesalahan bisa diperkecil dan secepatnya dapat merencanakan serangan yang efektif.

Pedang Kusanagi sudah berada di tangan kirinya. Aliran petir menyelimuti seluruh pedangnya. Sasuke siap menyerang lawannya. Namun, ia memiliki taktik lain. Diam-diam ia sudah membuat kagebunshin untuk menyerang dari belakang. Sasuke mengaktifkan rinnegan-nya dan melihat ke sekeliling lawannya. Tidak ada pelindung apapun yang melindunginya. Kemungkinan sesuatu yang melindunginya saat terkena api hitam tadi adalah cakra dari tubuhnya sendiri. Dan cakra itu hanya bisa dilihat dengan rinnegan.

Sasuke mengaktifkan jurus teleportasi mata kirinya. Kali ini ia meneleportasi kagebunshin-nya yang sudah disiapkan sejak sebelum momen penyerangan yang pertama. Tepat dibelakang lelaki berjubah hitam itu. Bunshin-nya menerjang dengan cidori mengarah langsung ke punggung lelaki itu. Pada saat yang sama, Sasuke menatap lawannya dengan mata kanannya, sharingan, untuk menunggu momen yang tepat ketika lelaki berjubah hitam itu menangkis atau menghindari serangan kagebunshin-nya.

“*sraaat*”

Lelaki itu lagi-lagi dapat menghindari serangan tiba-tiba itu dengan sempurna sekaligus akan menendang perut kagebunshin Sasuke.

Sharingan Sasuke menangkap momennya. Darah segar pun mengalir dari mata kiri Sasuke. Rinnegan, mengaktifkan ameterasu yang tepat diarahkan pada momen saat lelaki itu bergerak menghindari serangan bokong kagebunshin-nya. Tembakan api hitam telah menyelimuti seluruh tubuhnya. Tepat sebelum amaterasu dikerahkan, Sasuke menteleportasi bunshin-nya ke belakang dirinya agar tidak terkena tendangan lelaki itu dan amaterasu.

Amaterasu_Rinnegan_de_Sasuke.jpg

“Berapa kali pun kau coba, aku tidak akan terpengaruh jurus yang sam.. Uaagh!”

Panah raksasa yang diselimuti api hitam menembus perut lelaki itu. Tujuan Sasuke meneleportasi bunshin ternyata untuk menyarangkan serangan telak panah susano’o-nya tepat setelah amaterasu dikerahkan.

Blaze_Release_Arrow.png

Tidak selesai sampai disitu, melihat momen ini Sasuke tidak mau membuang waktu dan kesempatan. Ia langsung maju menerjang lelaki itu dengan membawa pedang kusanagi. Baginya, penentang kedamaian harus segera diberesken sebelum menimbulkan korban jiwa lebih banyak. Sasuke tidak mau kejadian sepuluh tahun silam terulang kembali. Kalau bisa, ia mau mengubur masa-masa suram itu dalam-dalam.

Secepat kilat ia sudah berada di samping lelaki itu sambil mengayunkan kusanagi. Rinnegan tidak melihat pelindung apapun di tubuhnya. Sabetan pedang sangat cepat dan tenang serta mengarah langsung ke leher lelaki itu. Kalau sudah seperti ini, hanya keajaiban yang bisa menghentikan laju kusanagi. Sasuke benar-benar berniat membunuh lelaki itu.


Bersambung.

Posted in Fiksi | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

Prologue 2016

Assalamualaikum Wr. Wb.

Wahai readers sekalian! Berjumpa lagi denganku. Sudah lama sekali sejak terakhir kali memposting di blog ini. Akhirnya sekarang bisa menyempatkan waktu untuk menengok blog tercinta ini. Mungkin kalau blog ini ibarat rumah, debu-debu dan kotorannya sudah menumpuk tujuh lapis. Siap-siap badan bakalan bau keringat dan pegal-pegal minta dipijit sehabis bersihinnya.

Tidak terasa sudah dipertengahan tahun 2016, banyak suka dan duka sudah kulewati sampai saat ini. Dari terakhir kali postingan blog ini, sampai postingan baru ini terpublish banyak sudah hal-hal yang bisa dibilang membuat kadar kedewasaan seseorang bertambah. Mungkin tidak hanya aku, tapi juga kamu, dan kalian mengalami hal yang sama, namun tetap terjaga dalam perbedaan.

Mungkin kamu melihat perbedaan yang mencolok dari tulisanku saat ini. Tulisan kali ini menjadi lebih “sopan” dibandingkan seluruh tulisan yang pernah dipublis di blog ini. Entah mengapa sekarang aku lebih suka seperti ini. Mungkin karena umur semakin bertambah? Entahlah, tapi itu mungkin saja.

By the way, aku yang sekarang sudah keluar dari bangku Sekolah Menengah Kejuruan atau yang biasa disingkat SMK. Belum ada satupun tulisan yang membahas diriku saat kelulusan, padahal setelah momen singkat itu banyak sekali hal-hal penting yang seharusnya kucatat. Namun kuakui mengasuh blog tidaklah semudah menghembuskan nafas. Butuh komitmen yang sangat kuat bahkan sangat-sangat kuat agar blog tetap hidup dan produktif. Apalagi diriku ini tipe yang hanya suka membaca tetapi sangat pemalas untuk menulis. Padahal baru-baru ini kusadari menulis banyak menuai manfaat yang positif, bahkan jika ditangani secara tepat bukan tidak mungkin manfaat itu juga terbagi denganmu, dan juga kalian semua.

Aku, ya diriku. Hari ini sudah berkuliah aktif di salah satu universitas di Jakarta. Urusan semester berapa, jurusan apa, universitas apa, biarlah sementara menjadi rahasiaku saja. Nanti kalau mau, kau juga akan tahu dengan sendirinya.

Di tahun 2016 ini mungkin aku akan sering memposting sesuatu hal yang serius. Tentu dari sudut pandangku sebagai pelajar. Dan juga akan lebih sering memposting kegiatan sehari-hari yang kuanggap penting maupun yang hanya luapan emosi belaka. Karena tahun ini, aku ingin menganggap menulis sebagai terapi hidup, obat dikala hati ini bergejolak, penenang dikala dada ini berkecamuk. Melalui tulisan-tulisan selanjutnya, mungkin kau akan lebih mengenalku.

Tetapi terlepas dari itu semua, aku tidak akan meninggalkan tulisan berbahasa “santai” yang ada di blog ini. Nanti akan ada saatnya memposting dengan bahasa seperti itu.

Kucukupkan Prolog kali ini, semoga apa yang tertulis semuanya bisa terwujud. Dan untukmu yang senantiasa setia membaca blog ini, kuucapkan terima kasih dari relung hatiku yang paling dalam.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Music as Color of Life

Assalamualaikum bro and sist! Kembali lagi bersama gue blogger amatir yang tak tahu kapan harus menyetir.
Pada kesempatan kali ini gue akan membahas suatu topik yang sudah tidak asing bagi muda-mudi, tua-tui di seluruh (belahan) bumi.

image

Musik! Yeah, yang dalam bahasa Inggrisnya ‘music’ ini, emang ga ada abisnya. Kayak nyamuk yang (selalu) kembali muncul disaat temannya mati kena tepok terus didoain.
Musik itu beragam. Sama kayak budaya-budaya di tanah air kita. Maksudnya apa nih beragam? Bukannya musik itu semuanya sama? Iya!! Betul sekali kawanku. Pada dasarnya musik itu semua sama saja. Kalo udah bosen, cari yang baru.

Maksud gue, musik itu ibarat cowo (bagi lo yang cewe) cewe (bagi lo yang cowo) Banci (bagi lo yang waria). Mungkin sekilas mereka tampak sama, tetapi sebenernya di dalemnya beda. Ngerti kan maksud gue?

Oke, berhubung lo semua gue anggep udah paham kenapa musik itu BERAGAM bukan BERBEDA. Inget konsep cowo/cewe yang udah gue jelasin di atas.
Musik itu banyak macemnya, mulai dari pop, rock, pop-rock, melayu, campursari, metal, besi, logam, dan lain sebagainya. Gue sendiri suka dengan musik yang bikin semangat, dengan beat yang menghentak-hentak, dipadu dengan irama cepat, serasa kepala ini ingin diputar dengan hebat. Tapi sayangnya gue nggak mau ngelakuin itu, karena takut dibilang personel baru trio macan. (Btw kalo gue masuk namanya jadi ‘kuartet macan’, kalo lo mau masuk juga jadinya ‘Top Score Macan’, kalo keluarga lo masuk juga jadi ‘ the best macan all time’ terus dapet piala balon D’or). Kalo lo sendiri sukanya musik apa??

Terlepas semua lo suka musik  apa, disini gue ada data research yang ngejelasin perbedaan musik berirama cepat dan nada-nada ceria (bikin semangat), sama musik yang irama lambat dan liriknya bisa bikin inget mantan dan masa lalu. Eh sama aja ya?

Jadi menurut penelitian, jika kita stres maka ada sebuah hormon yang berperan, namanya cortisol. Nah hormon ini bisa naik atau turun tergantung tingkatan stres lo. Nah-nya lagi di lagu-lagu bertempo pelan itu, seringkali berisi konten-konten galau (apalagi tema lagu-lagu Indonesia, RATA-RATA kalo nggak jatuh cinta, ya jatuh galau). Jadi bisa menaikkan kadar kortisol lo. Kalo lo lagi stres jadi tambah stres. Kalo lo lagi ketawa-ketiwi tiba-tiba  jatoh, terus nggak bangun-bangun gara-gara denger lirik lagu butiran debu. Akibatnya lo jadi nggak punya temen, karena temen lo ngira lo kena step, dan temen lo tentu nggak mau ketularan sama elo.

Nggak enak kan ? Now you understand.

Nah sebaliknya nih untuk lagu-lagu tempo cepat. Apalagi ditambah kalo liriknya heroik lagi patriotik, kayak Indonesia Raya, 17 Agustus, dan Maju Tak Gentar. Beuh dijamin lo siap hadapi hari. Musik itu kan bisa mempengaruhi mood, jadi kalo lo dengerin musik yang tempo cepat atau mungkin lebih enaknya disebut pembangkit semangat, lo bisa semangat beneran! Asik kan?

Menurut penelitian (lagi) musik pembangkit semangat ini bisa menambah stamina lo. Karena pikiran mempengaruhi tubuh, pikiran positif membuat tubuh lo lebih bertenaga. Jadi gausah minum ekstra jos lagi sob, apalagi yang pake susu.

Saran gue sih, kalo lo lagi olahraga kayak lari atau jogging, coba deh sambil dengerin lagu-lagu FAVORIT lo. Tentu yang bisa bikin lo semangat, bukan inget-inget mantan atau masa lalu (kali ini gue udah bener kan?). Kan gak enak, pas lo lagi naik sepeda, terus tiba-tiba lo nangis, lo bisa dikira abis diselingkuhin pacar sama warga sekitar.

Ada yang nanya, “ada gak sih dampak buruk dari dengerin musik?” 
Menurut lo gimana?
Gue akan jawab pertanyaan ini
dengan natural alias tanpa research. Karena menurut gue hal ini tanpa dijawab dengan ‘research’ pun udah bisa dimengerti.
Menurut gue, dampak negatif dari musik itu ada dua:
1. Internal
2. Eksternal

Kalo internal itu berasal dari dalam. In other word, di dalam musik itu sendiri. Kayak lirik lagu, irama, melodi, ritme, dan sebagainya. Kalo internal musik ini lebih bersifat selera dan budaya. Karena di setiap wilayah mungkin bisa beragam selera musiknya. Contohnya aja musik scream (yang kata orang teriak-teriak gak jelas), menurut kalangan-kalangan tua musik ini dianggap negatif. Tetapi bagi sebagian orang musik ini justru bisa menjadi penghentak semangat di pagi hari. Alunan irama dobel pedal drum berpadu dengan powerful rythm, bisa membakar semangat si pendengar. Jujur gue suka musik ini, tapi dengan catatan: harus berkualitas!

Lanjut yang eksternal. Eksternal itu faktor luar dari musik itu, biasanya adalah dari si pencipta musik/lagu tersebut (Baca: Niat). Nah niat inilah yang menyetir (driver) dari semua unsur-unsur musik yang ada. Niat ini juga terbagi menjadi dua lagi:
1. Sadar
2. Tidak sadar
3. Campuran

Sadar, berarti niat yg bertujuan untuk suatu tujuan tertentu yg sudah direncanakan. Kayak lagu iklan, lagu kebangsaan, lagu ritual, dan lain lain. Intinya mereka menekankan pesan yang ada di musik itu, unsur-unsur musik yang ada mengikuti pesan yang pengen disampein.

Kalo gak sadar, ini sifatnya emosional. Musiknya mengikuti mood and feel si pembuat musik. Misalnya ada orang lagi sedih banget karena kucingnya mati, secara gak sadar dia menulis lagu, atau membuat suatu harmoni musik tanpa tujuan tertentu. Pokoknya dia buat itu musik untuk menyalurkan perasaan dia.

Lanjut yang campuran, tipe ini maksudnya gabungan antara sadar dan tidak sadar. Kalo untuk tipe ini gausah panjang lebar, intinya pas pengen bikin musik/lagu, emosional dan intelektualnya bersatu. Biasanya ini yang bisa bikin musik lebih hidup dan lebih enak didengerin.

Nah inti dari semua itu adalah, musik itu tidaklah berbahaya jika kita mendengarkannya dengan bijak. Dengerin boleh asal tahu diri. Jangan saudara lagi kawinan malah nyetel musik metal. Di masjid nyetel musik nge-beat. Terus jaga sopan santun sama orang lain bagi penikmat musik via earphone/headset maupun loud speaker (ngerti lah ya). Dan jangan keras-keras dengernya, menurut penelitian dengerin musik dengan keras dan pake earphone bisa meningkatkan kotoran telinga berkali lipat dari normalnya. Jaga telinga kalian sampai hari tua.

Intinya…. Jadilah orang yang positif!! Terlepas apapun status dan kondisi lo sekarang. Nah salah satu caranya yang bisa lo terapin adalah dengerin musik yg lo suka, yg bikin lo semangat, yg bikin lo siap jalani hari-hari lo. Jangan yang sebaliknya, itu sangat-sangat tidak recommended. Hargai diri lo dengan hal-hal yang positif lagi bermanfaat. Dan sekali lagi gue berpesan untuk lo semua dan diri gue sendiri untuk mendengarkan musik dengan bijak. Terima kasih dan Salam Musik!! (JRENG JRENG JRENG PAK DUM PES)\m/ \m/.

Jika ada kesalahan kata-kata yang digunakan penulis, penulis mohon diberi maaf yg sebesar-besarnya. Dan bagi yang ingin memberikan kritik dan saran yang membangun, bener-bener recommended banget, ditunggu 😀

Posted in Uncategorized | 2 Comments

Pojok Santai : My Dreams Part 2

image

Assalamualaikum wr. wb

Yoo. Akhirnya setelah sekian lama vakum, gue nyempetin diri buat update nih tulisan. Kenapa gue pake gambar itu? Yah daripada gak ada gambar samasekali. Lagi-lagi seperti tulisan-tulisan gue sebelumnya yang tingkat “kepentingan”nya rendah seperti biasa. Mungkin lo berkata “ini tulisan apa sih”, “ini pake bahasa apa sih”, “ini yang nulis siapa sih”, “sebenernya ini apa sih”, “sebenernya gue siapa sih”. Yah terlepas lo semua mau bilang apa, at least ini adalah blog gue sendiri, jadi gue bebas ekspresiin diri gue. Tapi tentu lah ya dengan batasan norma-norma kemanusiaan yang berlaku.
Oke! Di tulisan ini gue mau ceritain mimpi gue yang kedua. (Disarankan lo baca tulisan gue “pojok santai : part 1” demi pemahaman yang lebih oke). Gausah berbasa-basi, mimpi gue yang kedua adalah “Penulis Fiksi”. Gue ga bisa bilang yang mana yang lebih berpengaruh, faktor interen atau exteren. Tapi yang jelas mimpi ini tercipta karena gue suka ngayal (Terlepas dari semua pikiran negatif lo). Terus mimpi ini diperbesar skalanya saat gue mulai membaca mahakarya fiksi kayak Sherlock Holmes dan Harry Potter. Tapi gak cuma novel doang yah, menurut gue manga/anime/film juga bisa berbau fiksi (btw lo tau gak nih arti kata fiksi?), yang intinya itu semua membuat gue kagum. Gimana ga kagum coba, lo bayangin Sherlock Holmes, Death Note, Detective Conan, itu asalnya dari mana sih? Ya betul sekali. Dari khayalan bro! Itu semua tercipta berkat buah pikiran mereka sendiri. Tapi tentu gak semudah yang lo kira ya. Mereka (Sir A. Conan Doyle, JK Rowling, Aoyama Gosho) pasti butuh proses yang lama dan ga gampang. Kalo lo mau tau cerita mereka bisa lo search di google. Lumayan buat nambah inspirasi.

Yah intinya sih pesan yang mau gue sampein disini adalah mau apapun mimpi lo, lo harus kerja keras untuk membuat mimpi itu jadi nyata. Terlepas ini klise apa ngga, yah menurut gue kata-kata ini emang penting untuk diulang berkali-kali. Gunanya apa? Ya biar ketanem di otak bawah sadar kita semua kalo semua itu ga ada yang instan. Mesti kudu harus mesti ada pengorbanan yang setimpal (oke maafin gue kalo udah bertingkah seperti pak Mario Teguh). Btw pas gue lagi nulis artikel ini, sumpah banyak nyamuk.

Oke! Kita udah sampai di ujung tanduk. Intinya yah tadi ya, dan satu tambahan lagi, passion. Tau kan maknanya? Kali ini gue ga meragukan kemampuan Bahasa Inggris lo ko. Intinya lo ngelakuin pekerjaan lo dengan cinta. Ga setengah-setengah. Full Cream. Insya Allah deh, kalo lo punya passion di pekerjaan lo (entah sekarang/nanti) lo bakalan bisa sukses di bidang lo. Dan bukannya gak mungkin merembet ke hal-hal lainnya.

Oke sampe sini dulu. Doain gue bisa terus nulis di blog ini. Terus jangan lupa komen ya di kolom komentar. Saran serta kritik dari kalian adalah suatu apresiasi yang tak ternilai untuk perkembangan penulis. Tapi ingat, Rasulullah bersabda bahwa saling mengingatkanlah sebagai sahabat, bukan sebagai musuh. So salam sukses!

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | 9 Comments

Pojok Santai : My Dreams Part 2

Assalamualaikum wr. wb

Yoo. Akhirnya setelah sekian lama vakum, gue nyempetin diri buat update nih tulisan. Lagi-lagi seperti tulisan-tulisan gue sebelumnya yang tingkat “kepentingan”nya rendah seperti biasa. Mungkin lo berkata “ini tulisan apa sih”, “ini pake bahasa apa sih”, “ini yang nulis siapa sih”, “sebenernya ini apa sih”, “sebenernya gue siapa sih”. Yah terlepas lo semua mau bilang apa, at least ini adalah blog gue sendiri, jadi gue bebas ekspresiin diri gue. Tapi tentu lah ya dengan batasan norma-norma kemanusiaan yang berlaku.
Oke! Di tulisan ini gue mau ceritain mimpi gue yang kedua. (Disarankan lo baca tulisan gue “pojok santai : part 1” demi pemahaman yang lebih oke). Gausah berbasa-basi, mimpi gue yang kedua adalah “Penulis Fiksi”. Gue ga bisa bilang yang mana yang lebih berpengaruh, faktor interen atau exteren. Tapi yang jelas mimpi ini tercipta karena gue suka ngayal (Terlepas dari semua pikiran negatif lo). Terus mimpi ini diperbesar skalanya saat gue mulai membaca mahakarya fiksi kayak Sherlock Holmes dan Harry Potter. Tapi gak cuma novel doang yah, menurut gue manga/anime/film juga bisa berbau fiksi (btw lo tau gak nih arti kata fiksi?), yang intinya itu semua membuat gue kagum. Gimana ga kagum coba, lo bayangin Sherlock Holmes, Death Note, Detective Conan, itu asalnya dari mana sih? Ya betul sekali. Dari khayalan bro! Itu semua tercipta berkat buah pikiran mereka sendiri. Tapi tentu gak semudah yang lo kira ya. Mereka (Sir A. Conan Doyle, JK Rowling, Aoyama Gosho) pasti butuh proses yang lama dan ga gampang. Kalo lo mau tau cerita mereka bisa lo search di google. Lumayan buat nambah inspirasi.

Yah intinya sih pesan yang mau gue sampein disini adalah mau apapun mimpi lo, lo harus kerja keras untuk membuat mimpi itu jadi nyata. Terlepas ini klise apa ngga, yah menurut gue kata-kata ini emang penting untuk diulang berkali-kali. Gunanya apa? Ya biar ketanem di otak bawah sadar kita semua kalo semua itu ga ada yang instan. Mesti kudu harus mesti ada pengorbanan yang setimpal (oke maafin gue kalo udah bertingkah seperti pak Mario Teguh). Btw pas gue lagi nulis artikel ini, sumpah banyak nyamuk.

Oke! Kita udah sampai di ujung tanduk. Intinya yah tadi ya, dan satu tambahan lagi, passion. Tau kan maknanya? Kali ini gue ga meragukan kemampuan Bahasa Inggris lo ko. Intinya lo ngelakuin pekerjaan lo dengan cinta. Ga setengah-setengah. Full Cream. Insya Allah deh, kalo lo punya passion di pekerjaan lo (entah sekarang/nanti) lo bakalan bisa sukses di bidang lo. Dan bukannya gak mungkin merembet ke hal-hal lainnya.

Oke sampe sini dulu. Doain gue bisa terus nulis di blog ini. Terus jangan lupa komen ya di kolom komentar. Saran serta kritik dari kalian adalah suatu apresiasi yang tak ternilai untuk perkembangan penulis. Tapi ingat, Rasulullah bersabda bahwa saling mengingatkanlah sebagai sahabat, bukan sebagai musuh. So salam sukses!

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sakit

Hari yang penuh kecamuk dalam dada. Penuh rasanya dada ini. Penuh dengan badai. Badai yang datang tiba-tiba tanpa diundang. Bersahut-sahutan, tak menentu apa yang dituju. Ku hanya terus berjalan, membawa dada ini bersamaku. Seperti ibu-ibu hamil. Berat rasanya, kumengerti sekarang rasanya. Rasanya jatuh ditimpa tangga. Sakit.

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment