image

Merdeka! Teriakkan yang menggetarkan jiwa raga saya ketika mendengar rakyat Indonesia meneriakkannya setelah Bung Karno selesai membacakan Proklamasi kemerdekaan. ingin sekali saya kembali ke zaman itu dan berteriak Merdeka 100 kali lipat lebih keras.
Nahh, di zaman kita, yaitu era globalisasi. Kita biasa dengan merayakan hari kemerdekaan dengan upacara di sekolah (bagi pelajar), di kantor, di jalan, bahkan dirumah(liat upacara di TV). Tetapi sayang, banyak yang tidak serius di dalam upacaranya (terutama pelajar). Apalagi hari kemerdekaan kemarin itu di hari Minggu, wahh pasti pada malas bangun tuh.
Sebaliknya, kebanyakan orang yang upacara BUKAN di sekolah justru yang upacaranya serius. Mungkin karena suasana dan kondisi yang baru. Karena di sekolah kita sudah terbiasa dengan upacara di hari Senin sehingga upacara di sekolah bukanah hal yang asing bagi para pelajar. Yah tidak semua memang, tetapi mayoritas para pelajar seperti itu sekarang (jangan tersinggung. Mari kita samasama introspeksi diri)
Di sekolah saya upacara dilakukan secara khidmat (bahasa formalnya) walaupun masih ada sekitar 20% siswa yang kurang menyadari betapa pentingnya menghargai perjuangan para pahlawan-pahlawan yang telah gugur di medan perang melawan penjajah untuk Kemerdekaan Indonesia Hiks 😥
Tapi apalah daya jika upacara tanpa aksi yang nyata. Seharusnya kita bangsa Indonesia melakukan sesuatu hal yang membuat nama Indonesia menjadi harum seperti kasturi. Terutama di hari kemerdekaan. Terutama pemuda-pemudanya. Banyak hal yg bisa kita lakukan. Mulailah dari hal yang paling kecil. Seperti belajar, beribadah tepat waktu, mandi 2 kali sehari, makan duduk, cium tangan ortu jika ingin ke luar rumah, cuci piring dan cuci baju sendiri, dan masih banyak lagi jika ingin disebutkan.
Selain itu hari kemerdekaan bisa dijadikan momen berharga. Bahasa motivatornya batu loncatan. Untuk apa? Ya untuk perubahan kita. Entah itu perilaku, pengetahuan, prestasi, relasi, silaturahmi, religi, visi, misi, apa saja yang menurut kalian penting untuk di upgrade. Tapi menurut saya yang paling penting adalah rasa nasionalisme kita terhadap tanah air. Bahasa kerennya I LOVE INDONESIA.
Oke Temans. Sampai sini dulu postingan saya yang bertemakan hari kemerdekaan. Mungkin sudah sangat terlambat saya mengupdate tema ini. Tapi dalam kamus saya tak ada kata terlambat untuk mulai dan berubah. Hehe!
Postingan selanjutnya masih bertemakan hari kemerdekaan. Tapi kali ini saya akan memberikan hasil wawancara saya bersama Wakil Kesiswaan periode 2013 – 2014 SMK Negeri 50 Jakarta dan tak lain dan tak bukan adalah tempat tinggal saya yang ke-2. Oke seeyouatthehigh!

Advertisements