image

Assalamualaikum wr. wb

Yoo. Akhirnya setelah sekian lama vakum, gue nyempetin diri buat update nih tulisan. Kenapa gue pake gambar itu? Yah daripada gak ada gambar samasekali. Lagi-lagi seperti tulisan-tulisan gue sebelumnya yang tingkat “kepentingan”nya rendah seperti biasa. Mungkin lo berkata “ini tulisan apa sih”, “ini pake bahasa apa sih”, “ini yang nulis siapa sih”, “sebenernya ini apa sih”, “sebenernya gue siapa sih”. Yah terlepas lo semua mau bilang apa, at least ini adalah blog gue sendiri, jadi gue bebas ekspresiin diri gue. Tapi tentu lah ya dengan batasan norma-norma kemanusiaan yang berlaku.
Oke! Di tulisan ini gue mau ceritain mimpi gue yang kedua. (Disarankan lo baca tulisan gue “pojok santai : part 1” demi pemahaman yang lebih oke). Gausah berbasa-basi, mimpi gue yang kedua adalah “Penulis Fiksi”. Gue ga bisa bilang yang mana yang lebih berpengaruh, faktor interen atau exteren. Tapi yang jelas mimpi ini tercipta karena gue suka ngayal (Terlepas dari semua pikiran negatif lo). Terus mimpi ini diperbesar skalanya saat gue mulai membaca mahakarya fiksi kayak Sherlock Holmes dan Harry Potter. Tapi gak cuma novel doang yah, menurut gue manga/anime/film juga bisa berbau fiksi (btw lo tau gak nih arti kata fiksi?), yang intinya itu semua membuat gue kagum. Gimana ga kagum coba, lo bayangin Sherlock Holmes, Death Note, Detective Conan, itu asalnya dari mana sih? Ya betul sekali. Dari khayalan bro! Itu semua tercipta berkat buah pikiran mereka sendiri. Tapi tentu gak semudah yang lo kira ya. Mereka (Sir A. Conan Doyle, JK Rowling, Aoyama Gosho) pasti butuh proses yang lama dan ga gampang. Kalo lo mau tau cerita mereka bisa lo search di google. Lumayan buat nambah inspirasi.

Yah intinya sih pesan yang mau gue sampein disini adalah mau apapun mimpi lo, lo harus kerja keras untuk membuat mimpi itu jadi nyata. Terlepas ini klise apa ngga, yah menurut gue kata-kata ini emang penting untuk diulang berkali-kali. Gunanya apa? Ya biar ketanem di otak bawah sadar kita semua kalo semua itu ga ada yang instan. Mesti kudu harus mesti ada pengorbanan yang setimpal (oke maafin gue kalo udah bertingkah seperti pak Mario Teguh). Btw pas gue lagi nulis artikel ini, sumpah banyak nyamuk.

Oke! Kita udah sampai di ujung tanduk. Intinya yah tadi ya, dan satu tambahan lagi, passion. Tau kan maknanya? Kali ini gue ga meragukan kemampuan Bahasa Inggris lo ko. Intinya lo ngelakuin pekerjaan lo dengan cinta. Ga setengah-setengah. Full Cream. Insya Allah deh, kalo lo punya passion di pekerjaan lo (entah sekarang/nanti) lo bakalan bisa sukses di bidang lo. Dan bukannya gak mungkin merembet ke hal-hal lainnya.

Oke sampe sini dulu. Doain gue bisa terus nulis di blog ini. Terus jangan lupa komen ya di kolom komentar. Saran serta kritik dari kalian adalah suatu apresiasi yang tak ternilai untuk perkembangan penulis. Tapi ingat, Rasulullah bersabda bahwa saling mengingatkanlah sebagai sahabat, bukan sebagai musuh. So salam sukses!

Advertisements