Assalamualaikum bro and sist! Kembali lagi bersama gue blogger amatir yang tak tahu kapan harus menyetir.
Pada kesempatan kali ini gue akan membahas suatu topik yang sudah tidak asing bagi muda-mudi, tua-tui di seluruh (belahan) bumi.

image

Musik! Yeah, yang dalam bahasa Inggrisnya ‘music’ ini, emang ga ada abisnya. Kayak nyamuk yang (selalu) kembali muncul disaat temannya mati kena tepok terus didoain.
Musik itu beragam. Sama kayak budaya-budaya di tanah air kita. Maksudnya apa nih beragam? Bukannya musik itu semuanya sama? Iya!! Betul sekali kawanku. Pada dasarnya musik itu semua sama saja. Kalo udah bosen, cari yang baru.

Maksud gue, musik itu ibarat cowo (bagi lo yang cewe) cewe (bagi lo yang cowo) Banci (bagi lo yang waria). Mungkin sekilas mereka tampak sama, tetapi sebenernya di dalemnya beda. Ngerti kan maksud gue?

Oke, berhubung lo semua gue anggep udah paham kenapa musik itu BERAGAM bukan BERBEDA. Inget konsep cowo/cewe yang udah gue jelasin di atas.
Musik itu banyak macemnya, mulai dari pop, rock, pop-rock, melayu, campursari, metal, besi, logam, dan lain sebagainya. Gue sendiri suka dengan musik yang bikin semangat, dengan beat yang menghentak-hentak, dipadu dengan irama cepat, serasa kepala ini ingin diputar dengan hebat. Tapi sayangnya gue nggak mau ngelakuin itu, karena takut dibilang personel baru trio macan. (Btw kalo gue masuk namanya jadi ‘kuartet macan’, kalo lo mau masuk juga jadinya ‘Top Score Macan’, kalo keluarga lo masuk juga jadi ‘ the best macan all time’ terus dapet piala balon D’or). Kalo lo sendiri sukanya musik apa??

Terlepas semua lo suka musik  apa, disini gue ada data research yang ngejelasin perbedaan musik berirama cepat dan nada-nada ceria (bikin semangat), sama musik yang irama lambat dan liriknya bisa bikin inget mantan dan masa lalu. Eh sama aja ya?

Jadi menurut penelitian, jika kita stres maka ada sebuah hormon yang berperan, namanya cortisol. Nah hormon ini bisa naik atau turun tergantung tingkatan stres lo. Nah-nya lagi di lagu-lagu bertempo pelan itu, seringkali berisi konten-konten galau (apalagi tema lagu-lagu Indonesia, RATA-RATA kalo nggak jatuh cinta, ya jatuh galau). Jadi bisa menaikkan kadar kortisol lo. Kalo lo lagi stres jadi tambah stres. Kalo lo lagi ketawa-ketiwi tiba-tiba  jatoh, terus nggak bangun-bangun gara-gara denger lirik lagu butiran debu. Akibatnya lo jadi nggak punya temen, karena temen lo ngira lo kena step, dan temen lo tentu nggak mau ketularan sama elo.

Nggak enak kan ? Now you understand.

Nah sebaliknya nih untuk lagu-lagu tempo cepat. Apalagi ditambah kalo liriknya heroik lagi patriotik, kayak Indonesia Raya, 17 Agustus, dan Maju Tak Gentar. Beuh dijamin lo siap hadapi hari. Musik itu kan bisa mempengaruhi mood, jadi kalo lo dengerin musik yang tempo cepat atau mungkin lebih enaknya disebut pembangkit semangat, lo bisa semangat beneran! Asik kan?

Menurut penelitian (lagi) musik pembangkit semangat ini bisa menambah stamina lo. Karena pikiran mempengaruhi tubuh, pikiran positif membuat tubuh lo lebih bertenaga. Jadi gausah minum ekstra jos lagi sob, apalagi yang pake susu.

Saran gue sih, kalo lo lagi olahraga kayak lari atau jogging, coba deh sambil dengerin lagu-lagu FAVORIT lo. Tentu yang bisa bikin lo semangat, bukan inget-inget mantan atau masa lalu (kali ini gue udah bener kan?). Kan gak enak, pas lo lagi naik sepeda, terus tiba-tiba lo nangis, lo bisa dikira abis diselingkuhin pacar sama warga sekitar.

Ada yang nanya, “ada gak sih dampak buruk dari dengerin musik?” 
Menurut lo gimana?
Gue akan jawab pertanyaan ini
dengan natural alias tanpa research. Karena menurut gue hal ini tanpa dijawab dengan ‘research’ pun udah bisa dimengerti.
Menurut gue, dampak negatif dari musik itu ada dua:
1. Internal
2. Eksternal

Kalo internal itu berasal dari dalam. In other word, di dalam musik itu sendiri. Kayak lirik lagu, irama, melodi, ritme, dan sebagainya. Kalo internal musik ini lebih bersifat selera dan budaya. Karena di setiap wilayah mungkin bisa beragam selera musiknya. Contohnya aja musik scream (yang kata orang teriak-teriak gak jelas), menurut kalangan-kalangan tua musik ini dianggap negatif. Tetapi bagi sebagian orang musik ini justru bisa menjadi penghentak semangat di pagi hari. Alunan irama dobel pedal drum berpadu dengan powerful rythm, bisa membakar semangat si pendengar. Jujur gue suka musik ini, tapi dengan catatan: harus berkualitas!

Lanjut yang eksternal. Eksternal itu faktor luar dari musik itu, biasanya adalah dari si pencipta musik/lagu tersebut (Baca: Niat). Nah niat inilah yang menyetir (driver) dari semua unsur-unsur musik yang ada. Niat ini juga terbagi menjadi dua lagi:
1. Sadar
2. Tidak sadar
3. Campuran

Sadar, berarti niat yg bertujuan untuk suatu tujuan tertentu yg sudah direncanakan. Kayak lagu iklan, lagu kebangsaan, lagu ritual, dan lain lain. Intinya mereka menekankan pesan yang ada di musik itu, unsur-unsur musik yang ada mengikuti pesan yang pengen disampein.

Kalo gak sadar, ini sifatnya emosional. Musiknya mengikuti mood and feel si pembuat musik. Misalnya ada orang lagi sedih banget karena kucingnya mati, secara gak sadar dia menulis lagu, atau membuat suatu harmoni musik tanpa tujuan tertentu. Pokoknya dia buat itu musik untuk menyalurkan perasaan dia.

Lanjut yang campuran, tipe ini maksudnya gabungan antara sadar dan tidak sadar. Kalo untuk tipe ini gausah panjang lebar, intinya pas pengen bikin musik/lagu, emosional dan intelektualnya bersatu. Biasanya ini yang bisa bikin musik lebih hidup dan lebih enak didengerin.

Nah inti dari semua itu adalah, musik itu tidaklah berbahaya jika kita mendengarkannya dengan bijak. Dengerin boleh asal tahu diri. Jangan saudara lagi kawinan malah nyetel musik metal. Di masjid nyetel musik nge-beat. Terus jaga sopan santun sama orang lain bagi penikmat musik via earphone/headset maupun loud speaker (ngerti lah ya). Dan jangan keras-keras dengernya, menurut penelitian dengerin musik dengan keras dan pake earphone bisa meningkatkan kotoran telinga berkali lipat dari normalnya. Jaga telinga kalian sampai hari tua.

Intinya…. Jadilah orang yang positif!! Terlepas apapun status dan kondisi lo sekarang. Nah salah satu caranya yang bisa lo terapin adalah dengerin musik yg lo suka, yg bikin lo semangat, yg bikin lo siap jalani hari-hari lo. Jangan yang sebaliknya, itu sangat-sangat tidak recommended. Hargai diri lo dengan hal-hal yang positif lagi bermanfaat. Dan sekali lagi gue berpesan untuk lo semua dan diri gue sendiri untuk mendengarkan musik dengan bijak. Terima kasih dan Salam Musik!! (JRENG JRENG JRENG PAK DUM PES)\m/ \m/.

Jika ada kesalahan kata-kata yang digunakan penulis, penulis mohon diberi maaf yg sebesar-besarnya. Dan bagi yang ingin memberikan kritik dan saran yang membangun, bener-bener recommended banget, ditunggu 😀

Advertisements