FAN FICTION

Naruto Fan Fiction: After Story

(PART I)

Berikut ini adalah salah satu kesenangan dan hobiku. Bagi yang ingin membacanya, kuharap kau satu pemikiran denganku. Karena jika tidak, mungkin dirimu tidak akan mengerti ceritaku yang satu ini. Kisah ini diadaptasi dari khayalan masa kecilku akan Naruto, animasi Jepang yang kusenangi sedari belia. Kuharap kau menikmatinya. Selamat membaca.

Hater of Peace

hokage-terkuat-dalam-sejarah-konoha

         ANGIN berhembus lembut. Gemerisik dedaunan bersahut-sahutan. Burung-burung menari-nari menanti matahari masuk ke peraduannya. Sore yang damai. Kehidupan berjalan seperti biasanya. Begitu pula yang terjadi di desa Konoha. Banyak orang-orang berlalu lalang melakukan aktivitas sore. Ada yang sedang mengunjungi toko makanan, berolahraga sore, latihan jutsu, dan ada pula yang hanya sekedar duduk-duduk di taman.

Sepuluh tahun berlalu, negeri Konoha dan desa-desa lainnya diliputi kedamaian setelah Tim Tujuh Konoha mengalahkan dan menyegel Kaguya melalui kekuatan yang diberikan Senin Rikudo kepada Naruto dan Sasuke, reinkarnasi Indra dan Ashura. Naruto saat ini sudah menjabat sebagai Nanadaime atau Hokage ke-7. Sedangkan Sasuke membantu Naruto dan Konoha dari balik  layar. Mereka akhirnya dapat saling mengerti dan memahami satu sama lain setelah pertarungan terakhir di lembah suci. Kegigihan Naruto untuk mengembalikan Sasuke ke jalan ninja yang benar akhirnya membuahkan hasil. Sahabat sejati, itulah mereka sekarang.

Naruto dan Sasuke di daulat sebagai shinobi terkuat di dunia shinobi. Setelah pencapaiannya menyegel Kaguya, nenek moyang chakra. Melalui kekuatan yang diperoleh Senin Rikudo, yakni kekuatan reinkarnasi anaknya, Indra dan Ashura, mereka telah menyelamatkan dunia shinobi beserta mimpi buruk kehancuran dan kebinasaannya.

gambar-naruto-dan-sasuke-dewasa

Siapa sangka Kaguya akan hidup kembali setelah tersegel sedemikian lama oleh Senin Rikudo, anaknya sendiri. Benar-benar usaha yang sangat gigih sekaligus konyol dari seorang Madara Uchiha untuk melaksanakan rencananya, proyeksi Tsukuyomi di bulan. Dan benar-benar terwujud, walaupun akhirnya hanya sesaat. Tetapi sayang, usahanya yang gigih berada di jalan yang salah. Keyakinan yang salah pada akhirnya hanya melahirkan tindakan yang salah. Walaupun niatnya terhadap dunia shinobi itu baik, “akan membuat dunia shinobi tidak menderita lagi melalui mimpi indah”, tetapi tetap saja hal itu sangat egois dan kekanakan. Begitulah Madara, pada akhirnya ia menerima akibat pepatah “apapun yang kau tanam, itulah yang akan kau tabur”.

naruto_677__start_infinite_tsukuemi_by_x7rust-d7jfhe1.png

Tentang Kaguya, akan kujelaskan disini. Intinya, dia adalah seorang putri yang memakan buah dari pohon suci, yang hanya berbuah 1000 tahun sekali. Buahnya tidak boleh disentuh apalagi dimakan. Aku tidak tahu alasannya kawan, mungkin saja putri itu sedang lapar ketika selesai bermain dengan teman-temannya, dan ketika ia berjalan pulang ke rumahnya tak sengaja melihat buah dari pohon suci itu. Karena saking laparnya dan perutnya sudah melilit, ia memanjat pohon itu dan mengambil buahnya lalu dengan lahap memakannya. Nah, dari situlah ia mendapatkan kekuatan yang dinamakan chakra. Intinya, chakra adalah energi yang digunakan shinobi untuk mengaktifkan jutsu. Kehabisan chakra sama dengan kematian.

BEGITU banyak sudah pengorbanan yang dilakukan dunia shinobi demi satu kata ajaib, kedamaian. Begitu banyak keyakinan tentangnya, sehingga berbagai cara dan jalan ditempuh untuk meraih sebuah kata itu. Tetapi kebanyakan semua cara dan jalan yang digunakan adalah salah dan hanya melahirkan kebencian. Sebuah kebencian yang terus berkembang dan mengakar di hati para shinobi. Karena inilah akhirnya dunia shinobi tidak pernah menemukan kata kedamaian yang selama ini mereka cari.

Tetapi semua itu adalah masa lalu. Seluruh shinobi telah dapat saling memahami dan mengerti sejak terbentuknya aliansi shinobi dan mereka bertarung bersama untuk melawan kekejaman dan obsesi Madara Uchiha. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, mereka bahu membahu demi tercapainya satu tujuan, yaitu kedamaian sejati. Dunia shinobi akhirnya menyadari bahwa bekerja sama adalah cara terbaik untuk mencapai suatu tujuan. Dan memang dunia shinobi harus bersatu demi tercapainya tujuan mulia itu.

——-

TIBA-TIBA langit berubah kehitaman. Segumpal awan gelap berkumpul membentuk suatu gumpalan yang besar. Sepertinya hujan akan turun. Tetapi, kali ini ada yang aneh. Awan gelap perlahan-lahan hanya menggumpal di salah satu titik dan tidak menyebar. Seolah-olah awan itu seperti memilih suatu tempat. Petir menyambar-nyambar, angin tidak lagi sepoi, burung-burung pun telah bersembunyi ke sarangnya masing-masing. Penduduk desa tidak ada yang menyadari kejanggalan ini, kecuali satu orang, dialah Sasuke.

Dari tempat persembunyiannya, Sasuke mengamati langit dengan tenang. Ia mengamati pergerakan awan hitam yang hanya menuju ke satu titik. Merasa ada yang aneh, segera ia ambil langkah untuk memastikannya. Pengalaman, kecerdasan, dan didukung kekuatan yang ia miliki, membuat langkahnya begitu mantap dan tenang. Ia sudah mempersiapkan mata kirinya, Rinnegan, untuk berjaga-jaga jikalau ada sesuatu yang tidak beres.

Shunsin no Jutsu diaktifkan. Langkahnya semakin dipercepat menuju titik yang dituju awan hitam itu. Dengan sharingan, ia dapat mendeteksi aura sekelilingnya. Namun, tidak ada yang mencurigakan sejauh ini, semuanya aman. Saat ini fokusnya adalah tiba di tempat tujuan. Ia harus memastikan kejanggalan ini.

Sasuke akhirnya tiba di tujuan. Ia segera menuju ke tempat yang tidak dapat dilihat dan dari sana ia mengamati apa yang sedang terjadi. Awan hitam itu tampaknya sudah berhenti menggumpal dan sudah menjadi satu. Petir yang dikandungnya semakin berkilat-kilat. Suara gemuruh dan guntur pun saling bersahutan. Sasuke mengarahkan Rinnegannya ke arah gumpalan awan hitam tersebut. Ia kaget bukan main! Ada chakra yang amat besar tersembunyi dibalik awan hitam itu. Gumpalan awan itu sangat tebal, sehingga ninja tipe sensorik terhebat pun tidak dapat mendeteksi apa yang tersembunyi didalamnya. Tetapi Rinnegan Sasuke berbeda, ia dapat melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh mata dojutsu lainnya. Singkatnya, ia melihat dimensi yang berbeda.

“Glaarr..!!”

Petir yang amat besar menyambar tanah kosong tepat di bawah gumpalan awan hitam itu. Kekuatannya setara dengan kirin Sasuke. Tetapi, petir ini terbentuk tanpa proses yang rumit terlebih dulu. Berbeda dengan Sasuke yang harus menyiapkan amaterasu dan jurus api lainnya untuk memanaskan atmosfir dan udara di sekitarnya untuk membuat awan hujannya sendiri. Dan hal itu memakan waktu yang cukup lama.

Suara petir itu terdengar sampai radius lima kilometer ke segala penjuru. Dan itu berarti terdengar sampai ke jantung desa Konoha, kantor hokage. Semua ninja di Konoha kaget dan merasakan kekuatan besar sekaligus aneh mendengar suara dentuman petir tersebut. Naruto pun merasakan hal yang sama, dan ia langsung meninggalkan kantornya menuju lokasi kejadian ditemani penasihatnya, Shikamaru Nara.

Samar-samar tapi pasti, Sasuke melihat sesosok manusia di pusat dentuman petir tersebut. Berjalan perlahan menuju desa Konoha. Sosok lelaki itu tidak terlalu tinggi dan juga tidak pendek, mengenakan jubah hitam terbuka dan celana panjang abu-abu, serta mengenakan sepatu hitam-merah. Sasuke tidak bisa melihat cakranya, seperti ada sesuatu yang menutupinya. Lelaki itu terus berjalan menuju desa Konoha dengan tenang dan perlahan. Tetapi setelah beberapa langkah, ia berhenti dan tangannya tampak merapalkan sebuah jurus.

Ia membentuk sebuah segel pembuka jurus dengan kedua tangannya diiringi kecepatan yang sangat tinggi. Tetapi secepat apapun segelnya, sharingan tetap dapat melihatnya. Namun Sasuke masih belum mau bergerak dan sangat berhati-hati. Ia menunggu saat yang tepat untuk bertindak.

Tidak ada yang terjadi setelah segel terbentuk, kecuali udara sekitar menjadi sangat tenang. Tenang yang aneh. Angin-angin telah berhenti bertiup. Begitu juga yang terjadi di desa Konoha. Pepohonan seketika menjadi diam. Tidak ada lagi riuh dedaunan dan pepohonan. Seketika suhu udara semakin meningkat. Semakin lama bernafas, dada semakin sesak. Para penduduk desa pun heran dengan apa yang terjadi. Lambat laun keheranan berubah menjadi kepanikan dan dengan cepat menyebar di seluruh penjuru desa. Para orangtua lanjut usia yang tidak sanggup satu persatu tumbang. Begitu juga dengan anak-anak, mereka roboh satu demi satu. Tinggal menunggu waktu saja sampai orang-orang dewasa roboh. Bagaimana dengan nasib para shinobi? Kabar baik, mereka tetap bisa bernafas dengan menggunakan cakra yang mereka miliki. Tetapi hal itu pun punya batas waktu. Bagi yang tidak terbiasa, kemungkinan terburuk juga dapat tumbang dalam waktu dekat. Keadaan ini sangat tidak menguntungkan sekaligus sangat berbahaya.

Nanadaime dan penasihatnya baru saja setengah perjalanan merasakan hal yang aneh. Hidungnya tidak dapat merasakan udara apapun, dadanya pun seketika sesak karena tidak mendapat asupan udara yang cukup.

“A.. Aku tidak bisa bernafas. Dadaku sesak. Ada apa ini?”

“Ya.. Aku juga merasakan hal yang sama. Naruto!! Lihat kebawah!”

Naruto melihat para penduduk desa yang terus roboh satu persatu. Sepertinya bukan hanya dia dan Shikamaru yang tidak bisa bernafas. Tetapi seluruh penduduk desa!

“Sial! Ada apa ini??”

nanadaime_biju_mode_by_hatashi24-d8up5ti.png

Seketika Naruto berubah menjadi mode kyubi dan membagi dua dirinya untuk diam dan mengambil energi alam kemudian bernafas dengannya. Dengan mode kyubi, ia dapat menyerap energi alam seribu kali lebih cepat dari mode biasa. Secepat kilat ia menyebarkan cakranya ke penduduk desa yang sudah tumbang dan yang masih bertahan. Cakra kyubi langsung melindungi seluruh penduduk desa. Perlahan-lahan mereka semua dapat kembali bernafas dengan bantuan cakranya. Tidak sampai disitu, beberapa detik kemudian, para shinobi konoha pun sudah terlindungi oleh cakranya. Naruto kembali berhasil menyelamatkan desanya.

“Apa yang sebenarnya sedang terjadi?? Sepanjang hidupku, baru pertama kali diriku mengalami jutsu seaneh ini. Siapa yang telah berani melakukannya? Apa Tujuannya?”

“Ini pasti berkaitan dengan sambaran petir itu. Naruto! Kita harus segera menuju lokasi petir itu.”

“Ya. Kau benar. Ayo!”

———

SASUKE tidak dapat menghirup udara apapun. Sepertinya, semakin dekat dengan pengguna jurus, maka makin hebat efek jurus yang diberikan. Ia langsung mengaktifkan mode pernafasan cakra. Jurus yang aneh, dan tidak pernah ia lihat sebelumnya. Sudah saatnya ia bergerak. Mata kirinya sudah siap. Ia siap bertarung.

naruto-gaiden-6-sasuke-sharingan-rinnegan-by-zero-shunun.png

Secepat kilat Sasuke sudah berada di belakang lelaki berjubah hitam itu dan siap menerkamnya dengan cidori. Dengan niat membunuh, ia arahkan langsung tebasan ke leher lawan dengan cidori miliknya. Tetapi kenyataan berkata lain, lelaki itu mampu berkelit bahkan tanpa harus melirikkan matanya ke belakang, digabungkan dengan gerakan tendangan balasan langsung ke arah perut. Sasuke telah membaca gerakan tendangannya melalui sharingan. Seluruh tubuhnya sekarang telah terlindungi oleh Susano’o tahap pertama ditambah lagi dengan api hitam yang meliputinya. Biarpun begitu, lelaki itu tetap melanjutkan tendangannya tanpa ragu sedikitpun, walaupun akan terkena api hitam.

“Kraakk!!”

Sasuke berhasil dipukul mundur sejauh sepuluh meter. Tendangan lelaki itu berhasil meretakkan sebagian pelindung Sasuke, Susano’o. Dan tampaknya api hitam tidak berdampak sama sekali padanya. Kaki kanannya tidak terbakar! Lelaki itu memiliki semacam pelindung yang melindungi kakinya, sesuatu berbentuk seperti cakra yang hanya bisa dilihat oleh rinnegan. Sasuke pun menyimpulkan lawan dihadapannya ini benar-benar kuat dan tidak sembarangan. Betapa tidak, ia menghindari cidori ditambah teleportasi mata Rinnegannya tanpa melirik mata sedikitpun dan juga sekaligus memberikan serangan balik yang mematikan. Bukan hanya itu, dia pun menyerang susano’o dan api hitam tanpa ragu sedikitpun dan tidak terkena dampak api hitamnya samasekali. Ini benar-benar masalah serius. Tetapi Sasuke tetap tenang, dan terus menganalisa situasi untuk langkah berikutnya.

830px-sasuke_ribcage_2

“(plok, plok, plok) ternyata kau memiliki perisai yang unik ya. Dan juga gerakanmmu sangat cepat. Aku terkejut.” Lelaki berjubah hitam tiba-tiba membuka percakapan.

“Siapa kau? Apa tujuanmu?” Sasuke membalas perkataanya dengan cepat. Tidak mau berbasa-basi.

“Hahaha! Terburu-buru sekali kau ini. Santailah, kita nikmati dulu pertarungan kita.”

“Berhentilah omong-kosong. Mengapa kau menyerang penduduk desa?”

Sasuke tidak terpancing dengan perkataannya dan terus menghujaninya dengan pertanyaan tajam.

“Maksudmu jurus ruang hampaku tadi?”

Hening. Sasuke tidak menjawab.

“Hahahaha. Tenang saja kawan. Mereka tidak akan mati. Karena aku tahu pasti akan ada yang melindungi mereka.”

Sasuke menatap lelaki berjubah hitam itu dengan tajam. Darimana asal rasa percaya dirinya itu? Atau apakah ia memang tahu tentang Naruto? Padahal sebelumnya ia menyebut Susano’o-nya dengan kata perisai yang unik. Sasuke juga belum pernah merasakan cakra seperti miliknya dan melihat jurus yang ia sebut ruang hampa tadi. Sebenarnya darimana ia berasal dan apa tujuannya.

Chapter 673, page 16-crop.png

“Hei Hei, jangan menatapku seperti itu. Baiklah-baiklah, kau ingin tahu identitasku kan? Akan kuberitahu sekarang juga. Lagipula tidak ada gunanya juga kusembunyikan. Dengarkan, namaku “S”. Tujuanku adalah untuk menghancurkan prasasti perdamaian yang telah kalian buat, para aliansi shinobi. Alasannya? Kau tidak perlu tahu sejauh itu. Hahaha.”

Sasuke memikirkan kata-katanya dalam-dalam. Menghancurkan kedamaian? Dilihat dari sisi manapun ini benar-benar omong kosong! Menantang kedamaian berarti juga menantang seluruh aliansi shinobi di seluruh negara. Orang sinting mana yang mau menantang aliansi seluruh negara? Setahunya baru ada satu orang yang seperti itu, yaitu Madara Uchiha. Tetapi akhirnya ia pun tumbang termakan tuan oleh kekuatannya sendiri. Mungkinkah lelaki ini Madara kedua? Reinkarnasinya?

Banyak hal ganjil yang menyelimuti lelaki berjubah hitam itu. Pertama, ia muncul disertai dengan petir yang kekuatannya setara dengan kirin. Kedua, ia melancarkan jurus yang asing dan aneh. Ketiga, cakra dan aura yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Terakhir, ia dapat dengan mudah menghindari jurus teleportasi kilat jarak dekat rinnegan Sasuke tanpa melihat bahkan melirik pun tidak. Dan sekarang ia berkelakar akan menghancurkan kedamaian? Ini benar-benar tidak masuk akal.

Sasuke tidak mau membuang waktu. Ia harus mendapatkan data kemampuan lawan yang dihadapannya secepat mungkin. Sehingga saat bantuan datang, resiko kesalahan bisa diperkecil dan secepatnya dapat merencanakan serangan yang efektif.

Pedang Kusanagi sudah berada di tangan kirinya. Aliran petir menyelimuti seluruh pedangnya. Sasuke siap menyerang lawannya. Namun, ia memiliki taktik lain. Diam-diam ia sudah membuat kagebunshin untuk menyerang dari belakang. Sasuke mengaktifkan rinnegan-nya dan melihat ke sekeliling lawannya. Tidak ada pelindung apapun yang melindunginya. Kemungkinan sesuatu yang melindunginya saat terkena api hitam tadi adalah cakra dari tubuhnya sendiri. Dan cakra itu hanya bisa dilihat dengan rinnegan.

Sasuke mengaktifkan jurus teleportasi mata kirinya. Kali ini ia meneleportasi kagebunshin-nya yang sudah disiapkan sejak sebelum momen penyerangan yang pertama. Tepat dibelakang lelaki berjubah hitam itu. Bunshin-nya menerjang dengan cidori mengarah langsung ke punggung lelaki itu. Pada saat yang sama, Sasuke menatap lawannya dengan mata kanannya, sharingan, untuk menunggu momen yang tepat ketika lelaki berjubah hitam itu menangkis atau menghindari serangan kagebunshin-nya.

“*sraaat*”

Lelaki itu lagi-lagi dapat menghindari serangan tiba-tiba itu dengan sempurna sekaligus akan menendang perut kagebunshin Sasuke.

Sharingan Sasuke menangkap momennya. Darah segar pun mengalir dari mata kiri Sasuke. Rinnegan, mengaktifkan ameterasu yang tepat diarahkan pada momen saat lelaki itu bergerak menghindari serangan bokong kagebunshin-nya. Tembakan api hitam telah menyelimuti seluruh tubuhnya. Tepat sebelum amaterasu dikerahkan, Sasuke menteleportasi bunshin-nya ke belakang dirinya agar tidak terkena tendangan lelaki itu dan amaterasu.

Amaterasu_Rinnegan_de_Sasuke.jpg

“Berapa kali pun kau coba, aku tidak akan terpengaruh jurus yang sam.. Uaagh!”

Panah raksasa yang diselimuti api hitam menembus perut lelaki itu. Tujuan Sasuke meneleportasi bunshin ternyata untuk menyarangkan serangan telak panah susano’o-nya tepat setelah amaterasu dikerahkan.

Blaze_Release_Arrow.png

Tidak selesai sampai disitu, melihat momen ini Sasuke tidak mau membuang waktu dan kesempatan. Ia langsung maju menerjang lelaki itu dengan membawa pedang kusanagi. Baginya, penentang kedamaian harus segera diberesken sebelum menimbulkan korban jiwa lebih banyak. Sasuke tidak mau kejadian sepuluh tahun silam terulang kembali. Kalau bisa, ia mau mengubur masa-masa suram itu dalam-dalam.

Secepat kilat ia sudah berada di samping lelaki itu sambil mengayunkan kusanagi. Rinnegan tidak melihat pelindung apapun di tubuhnya. Sabetan pedang sangat cepat dan tenang serta mengarah langsung ke leher lelaki itu. Kalau sudah seperti ini, hanya keajaiban yang bisa menghentikan laju kusanagi. Sasuke benar-benar berniat membunuh lelaki itu.


Bersambung.

Advertisements

About Rizki Pratama Putra

Halo Teman teman. Perkenalkan. Nama saya Rizki. Lengkapnya Rizki Pratama Putra. Status saya masih pelajar. Lebih tepatnya pelajar di SMKN 50 Jakarta Timur Kelas 11 Jurusan Akuntansi. Hobby saya Membaca. Terutama membaca buku buku Motivasi orang orang sukses. dan cita cita saya ingin menjadi Motivator dan Entrepreneur Muda yang Sukses. Salam Remaja !
This entry was posted in Fiksi and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s